Legenda Mao Tsetung Pemimpin Revolusi Tiongkok

Mao Tsetung

Legenda Mao Tsetung (Mao Zedong), lahir pada 26 Desember 1893 di Shaoshan, Hunan, adalah pemimpin revolusioner Tiongkok yang mendirikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) pada tahun 1949. Sebagai pemimpin Partai Komunis Tiongkok (PKT), Mao mengubah Tiongkok dari negara agraris menjadi kekuatan industri yang signifikan, meskipun dengan biaya sosial dan ekonomi yang besar.

Kehidupan Awal dan Pendidikan

Mao berasal dari keluarga petani kaya. Ia mendapatkan pendidikan dasar di sekolah lokal dan kemudian melanjutkan pendidikan ke sekolah menengah di Changsha. Ketika belajar di Changsha, Mao terpapar ide-ide revolusioner dan mulai tertarik pada Marxisme.

Karir Revolusioner

Pada tahun 1921, Mao menjadi salah satu pendiri Partai Komunis Tiongkok. Ia memimpin beberapa upaya revolusioner melawan pemerintahan Nasionalis Kuomintang (KMT) yang dipimpin oleh Chiang Kai-shek. Setelah kegagalan Pemberontakan Musim Gugur pada tahun 1927, Mao dan pengikutnya mundur ke daerah pedesaan dan mulai membangun basis kekuatan di Jiangxi.

Long March dan Perang Saudara

Pada tahun 1934, setelah serangan besar oleh pasukan KMT, Mao memimpin Long March, perjalanan panjang dan berat selama lebih dari 9.000 kilometer untuk melarikan diri dari pengepungan Nasionalis. Long March memperkuat posisi Mao sebagai pemimpin utama PKT.

Selama Perang Saudara Tiongkok (1945-1949), Mao berhasil mengalahkan pasukan Nasionalis dan mendirikan Republik Rakyat Tiongkok pada 1 Oktober 1949. Chiang Kai-shek dan sisa-sisa KMT mundur ke Taiwan.

Kepemimpinan dan Kebijakan

Sebagai pemimpin Tiongkok, Mao memperkenalkan berbagai kebijakan radikal untuk mengubah ekonomi dan masyarakat Tiongkok:

  1. Lompatan Jauh ke Depan (1958-1962)

Upaya untuk mempercepat industrialisasi dan kolektivisasi pertanian yang berakhir dengan kegagalan besar dan kelaparan massal yang menewaskan jutaan orang.

  1. Revolusi Kebudayaan (1966-1976)

Kampanye untuk menghapuskan unsur-unsur “kapitalis” dan “tradisional” dalam masyarakat Tiongkok. Revolusi ini menyebabkan kekacauan sosial, penganiayaan terhadap intelektual, dan kerusakan budaya yang luas.

Akhir Kehidupan dan Warisan

Mao meninggal pada 9 September 1976. Setelah kematiannya, Tiongkok mulai melakukan reformasi ekonomi di bawah kepemimpinan Deng Xiaoping, yang menyimpang dari banyak kebijakan Mao.

Mao Tsetung adalah tokoh penting dalam sejarah Tiongkok yang memimpin revolusi besar dan mendirikan Republik Rakyat Tiongkok. Meskipun ia dianggap sebagai pahlawan oleh banyak orang karena perjuangannya melawan penjajahan dan ketidakadilan, kebijakan-kebijakannya yang kontroversial juga menimbulkan penderitaan besar bagi rakyat Tiongkok. Warisannya tetap kompleks, dengan dampak yang mendalam terhadap politik dan masyarakat Tiongkok hingga hari ini.